Selangkah Lalu, Ilmuwan Temukan Obat Hiv

Tujuannya adalah buat melacak dengan segera ketersediaan tes nun efektif, vaksin serta obat-obatan yang siap digunakan untuk merenggangkan jiwa dan mengacau krisis skala gede. Sebagai bagian dibanding ini, WHO unggul penentuan prioritas semesta kandidat vaksin serta pengobatan untuk penjelasan dan evaluasi. Buat mendukung pengujian, WHO mengundang kelompok pemandu ilmiah (Scientific Advisory Group/SAG) untuk mengembangkan panduan tentang rancangan uji cobabaik guna vaksin eksperimental dan pengobatan. Dengan terus mempelajari bagaimana HIV menyebar, berarti Dikau telah berupaya buat mencegah penularan HIV. Pertama adalah penularan Seksual, yaitu melaksanakan hubungan seksual sebelum menikah/ hubungan sensual yang tidak aman dan melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan.

Penularannya bisa melalui hubungan seksual, atau menggunakan transfusi darah yang sudah tercemar HIV, atau jarum suntik tempat. Jika dites serta diketahui membawa virus HIV, orang dengan sudah terinfeksi itu disebut dengan ODHA. Saat ini belum ditemukan obat guna menyembuhkan HIV serta AIDS, namun telah disediakan obat Perlawanan Retro Viral ialah obat untuk mengolah jumlah virus HIV dan meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV dan AIDS. Istirahat yang cukup serta rutin berolahraga juga dapat positif tubuh agar tetap bugar. Selain itu, hindari konsumsi obat-obatan terlarang termasuk alkohol dan jangan meleng untuk mencuci tangan dengan air habis dan sabun pada setiap habis memegang hewan peliharaan. Dengan mengatur pola hidup makmur, kita dapat menunda perkembangan penyakit HIV AIDS dan meningkatkan harapan hidup penderita. Terdapat empat jalan penularan HIV/AIDS, ialah hubungan seksual, berbagi jarum suntik, komoditas darah dan perkakas tubuh, dan embuk hamil positif HIV ke bayinya.

HIV

Tatkala sel CD4 berkurang, maka fungsi bentuk imun akan melemah secara sangat drastis. Akibatnya, ketika seseorang terinfeksi HIV, tubuhnya akan mengalami berbagai penyakit infeksi daripada jamur, bakteri, parasit, virus, serta mikroba patogen merugikan lainnya. Sayangnya, keberadaan HIV dalam tubuh penderita tak dapat disingkirkan, apalagi infeksi HIV dalam jangka panjang yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati dengan tepat bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit AIDS.

Kedua, melakukan kontak langsung dengan darah dengan tercemar HIV, senyampang melalui transfer resam. Ketiga, menggunakan peniti suntik bersamaan/ bergantian/ bekas dengan penderita HIV. Keempat, menggunakan alat tindik serta alat tatto nun tidak steril. Kelima, penularan ibu ke bayi selama berbadan dua, bersalin dan maupun menyusui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *